WELCOME
OKTAVIA NURAINI WIDYASARI
MAN PURWOKERTO 1
SEMOGA SUKSES
SEMANGAT

Rabu, 18 Mei 2016

Pertemuan singkat dnegan Asma Nadia


Ini aku (Rainy Widyasari) sang Gadis pencoret mimpi. ada orang yang bilang aku gila, karena aku menempelkan kertas-kertas mimpi di semua sudut kamarku.. Ini mimpi yang pernah aku tulis.
Aku tak menyangka, hari itu aku bisa bertemu dengan Bunda Asma Nadia. Pertemuan singkat yang membawa sebuah cerita dan berakhir dengan mimpi yang nyata.

Puisi

 TUHAN, AKU MENCINTAINYA
           
                                                                                          Oktavia Nuraini Widyasari
 

Tuhan...
Aku menyukainya
Aku menyayanginya
Aku jatuh cinta padanya

Tuhan...
Andai dia mengetahui
Anganku ingin memilikinya
Aku hanya ingin dia, Tuhan
Aku jatuh cinta padanya
Pada semua yang ada pada dirinya
Pribadi dan sifatnya
Senyuman dan mata indahnya
Semua yang kulihat
Semua yang kudengar
Semua yang kulakukan
Begitu indah karna dia
Jika cinta salah
Jauhkan aku darinya
Jika Kau mengizinkan
Dekatkan aku dengannya, Tuhan

Puisiku untukmu


AKU DAN KAMU ADALAH KITA
                                                                                                              
Malam ini...
Terduduk simpuh d sudut ruang...
Tak ingin mata terpejam tuk bermimpi

Terlintas angan hingga tertulis kata
Saat kita berjumpa berselimutkan lara
Trus bergandeng tangan mengukir cerita,
Indah tawa saat bersama...
Hingga menggantung asa tuk bisa bersatu dalam canda, dalam haru, dalam suka, dalam duka dan dalam tangis - tawa...
Dengan kamu aku ingin bersama, saling mengukir mimpi kita. Saat kedua tangan kita saling begandengn dengan erat tak terpisahkan. Berjalan beriring menuju hari esok tuk wujudkan mimpi yang tlah kita ukir bersama.
Kita lupakan semua yang pernah terjadi dengan kamu kemarin dan yang terjadi dengan aku kemarin, biarlah mereka menjadi penonton kebahagian kita.

puisi

                                                     MAAF
                                                                                                                 Oleh Rainy Widyasari

Tinggalkanlah aku
Karena aku memang tak pantas untukmu
Aku takut
Semakin dalam perasaanmu padaku
Kau akan semakin terluka
Dan pada saat itu
Aku tahu, akulah orang yang akan paling menyakitimu
Jangan kau bertanya tentang bagaimana perasaanku kepadamu
Karena kau tahu itu
Dan aku tidak akan bisa menyembunyikannya darimu

Biarkan cinta ini hanya tumbuh dihatiku
Kan kutulis semua dalam lembaran ingatanku
Biarkan cinta ini hanya akan menjadi rahasia
Antara kau dan aku
Maafkan aku jika aku meninggalkanmu
Biarlah aku yang mengalah
Meninggalkanmu
Menyerahkanmu kepada orang yang mampu melindungimu
Karena aku tak akan pernah bisa melakukan itu
Meski kau tahu aku begitu mencintaimu
Jangan pernah membalasnya
Jangan pernah mencintaiku aku
Karena aku memang tak pantas untukmu
Aku akan selalu mencintaimu
Meski aku tak akan pernah mampu memelukmu

Hari Buku Nasional 17 Mei

Bagi yang belum tahu, tanggal 17 Mei kemaren di peringati sebagai Hari Buku Nasional. Ayo, sebagai generasi muda kita terapkan Masyarakat yang sadar baca. Pada Maca Buku yuh?. Buku apa yang sudah kamu baca hari ini ?

Mantra Layar Kaca

Meet n Greet Najwa Shihab dan Fenty Effendy, bedah buku Mantra Layar Kaca

Contoh Skrip pembacaan berita

Saya Oktavia Nuraini Widyasari saat ini berada di tengah alun-alun purwokerto. di tempat saya berdiri sudah ada 20.000 audience dari Kabupaten Banyumas dan sekitarnya yang ingin menyaksikan secara langsung acara Mata Najwa. Tema yang diusung kali ini adalah Bagimu Negeri. Bintang tamu pada acara kali ini ada Gita Gutawa, Endang Soekamti, Bupati Banyumas, Bupati Tegal dll. Sorak sorai penonton sudah mulai terdengar. Sekian laporan dari saya.